Masjid Muhammad Cheng Hoo


Masjid Muhammad Cheng Hoo Pasuruan
13 November kemarin, aku ke Pasuruan untuk menghadiri acara pernikahan sepupuku. Awalnya nggak ada rencana buat ikut tapi mumpung ada libur 3 hari (Senin, Selasa, Rabu) jadi aku memutuskan untuk ikut sekalian nemenin ibu biar ga pergi sendirian. Aku dan Ibu berangkat dari Jogja hari Jumat malam ke Lamongan, ke rumah mbah dulu. Baru deh Hari Minggunya pagi-pagi banget jam 6, seluruh rombongan berangkat ke Pasuruan.

Dua jam kemudian, tepatnya jam 8 pagi kami sudah sampai di sebuah masjid untuk prosesi akad nikah di daerah Pandaan, Pasuruan. Masjid ini terletak di pinggir Jalan Raya Pandaan. Namanya Masjid Muhammad Cheng Hoo. Masjid bernuansa Tiongkok dan Arab, warnanya merah, pertama lihat mirip kelenteng. Masjid ini terdiri dari dua lantai. Lantai dasar digunakan untuk ruang pertemuan yang disewakan, namun jika ada pengunjung yang ingin beristirahat diperbolehkan untuk tiduran disitu. Lantai dua khusus untuk sholat dan tidak boleh digunakan untuk tiduran. Akad nikah sepupuku dilaksanakan di lantai dua.

Sebenarnya di dalamnya masjid biasa aja seperti masjid-masjid kebanyakan. Tapi menurutku yang bikin unik adalah desain dan arsitekturnya yang kelihatan chinese sekali. Di lantai dasar ada tempat wudhu pria di kiri masjid dan tempat wudhu wanita di kanan masjid. Ada juga ruangan kosong cukup besar yang bisa digunakan untuk istirahat. Lantai dua tempat untuk sholat beralaskan karpet warna hijau. Ada beberapa tiang penyangga yang besar dan kokoh berwarna kuning. Langit-langitnya juga dibuat unik, sayang sekali ga ada gambarnya. Seperti yang ada di masjid-masjid lain, di masjid ini juga ada mimbar untuk khotbah.


Di halaman depan masjid ada beberapa pohon tapi tidak terlalu banyak. Orang-orang datang silih berganti berdatangan ke masjid ini. Ada yang singgah untuk beristirahat, sholat, atau  hanya sekedar berfoto mengabadikan gambar sebagai bukti pernah mengunjungi masjid khas Tiongkok-Arab ini. 



Di belakang masjid ada beberapa warung yang berjualan aneka makanan dan minuman. Warung-warung ini bisa jadi pilihan tepat bagi pengunjung masjid yang merasa lapar atau dahaga. Selain itu, di samping kiri masjid juga ada sebuah restoran cukup megah, namanya waroeng ngelencer. Restoran ini letaknya terpisah dari masjid, dibatasi oleh pagar. Waktu aku disana, warungnya masih tutup.

Waroeng Ngelencer
mahalnyaaaa
Karena penasaran dengan namanya yang unik, jadilah aku browsing tentang masjid Muhammad Cheng Hoo ini.
Pagar pintu masuk masjid
Nama masjid ini merupakan bentuk penghormatan pada Laksamana Cheng Hoo, seorang muslim asal Cina. Dalam perjalanannya di kawasan Asia Tenggara, Cheng Hoo bukan hanya berdagang dan menjalin persahabatan tapi juga menyebarkan agama Islam.
Ternyata Masjid Muhammad Cheng Hoo bukan hanya ada di Pasuruan. Masjid Muhammad Cheng Hoo juga ada di Surabaya dan Palembang. Ini gambar aku dapet dari om gugel.
Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya
Masjid Muhammad Cheng Hoo Palembang
Nahh, hasil browsing yang aku dapat kebanyakan bercerita tentang sejarah Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya. Bisa dibaca di sini atau di sini.
Dari berbagai sumber yang aku dapat, Masjid Muhammad Cheng Hoo yang ada di Pasuruan adalah milik Pemda Pasuruan, sedangkan yang ada di Surabaya adalah milik organisasi PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia).
Sayang sekali aku ga bawa kamera, jadi ya cuma ambil foto pakai kamera HP. Ini beberapa foto-fotonya. Oya, ga ada foto di dalam masjid soalnya ga sempet ambil foto di dalem, hehe.





Aku. Mukanya aneh soalnya silau banget.
Tetep silau
Ibu
Bedug Masjid
Khas Tiongkok
Pertama masuk masjid yang terlihat adalah jam ini
Peresmian
Tangga menuju lantai dua. Sebenarnya ada dua tangga, di kanan dan kiri.
Masjid dari samping
Begitulah kira-kira tentang Masjid Muhammad Cheng Hoo Pasuruan. InsyaAllah suatu saat nanti aku mau mengunjungi Masjid Muhammad Cheng Hoo yang ada di Surabaya dan Palembang sekalian jalan-jalan pastinya.

Comments

Popular posts from this blog

LeeSsang (Feat. Baek Ji Young, Rap. Gary) - Remembrance (회상)

Secrets