Tujuh Pantai Pelangi

Hello blog!
Mau cerita nih tentang dua hari yang super awesome Subhanallah :D

Satu hari setelah UTS genap berakhir, salah dua orang teman sebut saja Feti dan Eni ngajakin pergi ke pantai liat sunrise. Sudah jelas dong aku mau, tapi kita bimbang gimana caranya bisa liat sunrise di pantai Gunung Kidul. Sebenernya kami punya tiga pilihan, pertama, berangkat pagi buta jam 3-an dari Kota Jogja. Tapi setelah dipikir-pikir, kami nggak punya nyali naik motor pagi buta melintasi jalanan Jogja-Wonosari. Opsi kedua, camping di pantai. Rencananya sih mau pinjem dome punya siapa gitu orang yang punya, tapi setelah sms sana sini hasilnya nihil nggak ada yang bisa dipinjami dome. Pilihan terakhir, menumpang bermalam di rumah Arin yang domisili Wonosari, hehehe setelah bermelas-melas ke Arin akhirnya kami diijinkan nginep di rumahnya. Yeay!


Kamis, 18 Maret 2013
Aku berangkat dari rumah Bantul jam 12.30 langsung ke jalan Wonosari karena emang kita janjian untuk ketemu di deket Kids Fun. Aku udah berusaha untuk datang on time karena Feti bilang jam 13.00 TENG kita berangkat, soalnya dia emang yang paling semangat merencakan perjalanan ini. Jam 13.10 aku udah sampai di Pom Bensin pertama jalan Wonosari sekalian isi bensin. Daaaaan aku nunggu di pom bensin sendirian sampai akhirnya jam 15.00 baru ketemu Feti, Eni, Dea, dan 'mereka' yang tidak on time sampai bikin semua orang jadi tunggu-tungguan. Pft! Emang bener kata orang, kalau di Indonesia itu orang on time adalah orang yang merugi. Pokoknya bete banget ngga perlu diceritain lah ya :)

Singkat cerita, Alhamdulillah perjalanan ke Wonosari lancar sampai akhirnya ketemu Arin yang udah nunggu di alun-alun Wonosari. Kemudian jam 17.00 kita langsung capcus ke pantai rencananya sih liat sunset. Walau hujan mengguyur di tengah perjalanan, tidak menyurutkan keinginan kami untuk melihat indahnya matahari terbenam *padahal juga ngga keliatan, ketutup mendung haha* This is it! Sadranaaaaaaaaaaaannn :D

mendung

Setelah puas main air di pantai Sadranan, kita istirahat sholat maghrib lalu makan mie rebus. Jam 19.00 kita pulang ke rumah Arin dan beberapa teman tidak ikut menginap, mereka langsung pulang ke Jogja. Rumah Arin letaknya 10km dari alun-alun Kota Wonosari, huft. Capek lah pokoknya sampai rumah langsung ganti baju, makan, kemudian tertidur pulas.....

Jumat, 19 April 2013
Pukul 03.00 pagi kami sudah bangun, seperti rencana awal kita mau lihat sunrise! Setelah bersiap-siap dan menentukan destinasi akhirnya jam 04.15 kita berangkat menuju Pantai Kukup. Sampai di Kukup jam 5 lebih, langsung aja kita jalan nyebrang ke jembatan supaya dapat spot yang pas untuk lihat sunrise. Sayangnya, matahari malu-malu ketutup awan mendung dan gerimis tipis...

***
Dibalik mendung dan gerimis tipis yang mengiringi sunrise kala itu, ada keindahan ciptaan Allah yang bikin kita merinding dan nggak berhenti bertasbih :")

Subhanallah~
I touch the rainbow!
Setelah pelanginya memudar dan akhirnya menghilang dari pandangan, kita main-main sebentar di pantai kemudian langsung menuju pantai Sepanjang. Sesampainya di Pantai Sepanjang, kita sedikit kecewa karena pantainya kotor dan tidak terlalu terawat dengan baik. Padahal pantainya baguus, panjang dan luas gitu huhu. 5 menit mampir di Sepanjang, kami memutuskan untuk lanjut ke Pantai Drini di sebelahnya.

Pantai Drini
Sampai di Drini kita langsung naik ke tebing dan menikmati pemandangan pantai dari puncak. Pantainya bagus, airnya warna hijau, ombaknya cukup besar, dan menenangkan pastinya. Apalagi masih suasana pagi hari nan sepi, sudah banyak gubug tempat bersantai dan harus beli sesuatu kalau mau duduk-duduk haha.



Setelah puas memanjakan mata, hidung, dan telinga di pantai Drini, kita lanjut lagi ke pantai di sebelahnya. Pantai Krakal. Tapi sayangnya ketika sampai di Krakal kita nggak nemuin gubug warung makan di pinggir dekat pantai. Jadi kami cuma singgah sebentar di Krakal kemudian lanjut lagi ke Pantai Indrayanti.

Pantai Krakal
Pantai Krakal
Pantai Indrayanti. Huft, pantai paling songong yang pernah aku kunjungi. Pengelolanya kali ya yang songong. Ada peraturan nggak boleh bawa makanan dan minuman dari luar. Ketahuan membawa makanan dan minuman dari luar akan didenda Rp 10.000,00. Karena kami semua kelaparan belum sarapan, akhirnya kami memutuskan untuk beli makan di Indrayanti. Tapi setelah lihat daftar menu di salah satu warung makan, jeng jeeeeeeeng!! Harganya coy, mahal bangeeeet nggak manusiawi. Kelapa muda Rp 13.000, indomie Rp 10.000, dan berbagai makanan dengan harga nggak normal lainnya. Akhirnya kita berenam cuma pesen satu gelas white coffee seharga Rp 7.000,00 hahahah -_-"

White coffee spesial 7000 rupiah


Terlepas dari harga makanan dan minumannya yang super duper mahal sekali, pantai Indrayanti katanya bisa jadi spot yang bagus untuk lihat sunrise. Sayangnya pantai ini udah lumayan booming jadinya sering ramai dikunjungi para wisatawan. Hmm...

Selesai menghabiskan segelas white coffee spesial yang rasanya biasa aja, kita langsung capcus lagi ke pantai terakhir yang jadi destinasi susur pantai kami. Pantai Sundak!




Kemudian kami makan pagi di Pantai Sundak, yang harganya masih normal standard tempat wisata. Kelapa muda Rp 7000,00 sama dengan harga segelas white coffee di Indrayanti :")

Dan akhirnya perjalanan susur pantai kami selesai sampai di Pantai Sundak. Sebenernya aku pengen banget ke Pantai Siung, kangeeeeeeeeenn.... tapi apa daya jaraknya jauh dan Eni keburu ada kuliah jam 1 siang, jadi kami putuskan untuk pulang ke Jogja.

Alhamdulillah Subhanallah Allahuakbar, bersyukur banget bisa merasakan dan menikmati keindahan alam ciptaan Allah. Mata, hidung, telinga, hati, dan seluruh tubuh ikut dimanjakan dengan segala keindahan yang kami lihat dan rasakan waktu itu. Dua hari yang sangat menyenangkan. Tenang, damai, nyaman, ahh enaknya jadi anak pantai.........................

Comments

Popular posts from this blog

LeeSsang (Feat. Baek Ji Young, Rap. Gary) - Remembrance (회상)

Masjid Muhammad Cheng Hoo

Secrets