Dongeng Tentang Air (Lomba penulisan kreatif #FestivalMedia2013)

Rajo, seorang anak berusia 16 tahun yang hidup di bantaran sungai di pinggir kota. Sejak lahir ia tinggal di sebuah rumah panggung bersama kedua orang tuanya. Walaupun hidup di tepi sungai, Rajo dan tetangganya tak seberuntung anak-anak lain yang tinggal di desa sebelah. Sungai menjadi sumber kehidupan bagi keluarga Rajo dan para tetangganya. Mereka menggunakan air sungai untuk memasak, mencuci, mandi, dan berbagai kegiatan rumah tangga lainnya. Namun sayang, air sungai yang mereka gunakan itu sungguh tidak layak untuk dikonsumsi. Airnya berwarna coklat, keruh, dan berbau busuk. Hal ini disebabkan karena penduduk di desa Rajo selalu membuang sampah di sungai. Mulai dari sampah plastik rumah tangga hingga sampah sisa metabolisme pencernaan mereka.


Setiap sore setelah pulang sekolah, Rajo dan teman-temannya selalu bermain di sungai. mereka berenang kesana kemari tanpa memedulikan banyak sampah yang mengapung di sungai. Setelah puas bermain, Rajo selalu membantu ibunya menyiapkan makan malam. "Rajo, tolong ambilkan air satu ember lalu cuci semua sayuran ini", perintah ibu Rajo kepada Rajo. "Baik, Bu!", jawab Rajo. Ia segera pergi ke tepian sungai membawa sebuah ember kosong kemudian mengambil seember penuh air sungai. Lalu Rajo segera mencuci semua sayuran dengan air yang telah diambilnya dan mengantarkan sayuran tersebut ke dapur untuk dimasak. Malam itu, Rajo makan dengan lahap bersama keluarganya.

Pada suatu ketika, Rajo dan keluarganya beserta penduduk desa di sekitarnya terserang wabah penyakit aneh. Sekujur tubuh mereka gatal-gatal, merah, dan bernanah. Selain itu, mereka juga merasakan sakit perut yang melilit. Rajo dan teman-temannya tidak dapat masuk sekolah. Orang tua mereka tidak bisa pergi bekerja. Seluruh penduduk desa bingung dan tidak tahu bagaimana cara menyembuhkan penyakit ini.

Rajo sudah tak tahan dengan penyakit yang tak kunjung sembuh ini. Ia memutuskan pergi ke desa sebelah untuk mencari obat. Dengan badan yang terus gatal dan memerah, Rajo berjalan seharian menuju desa sebelah.

Di suatu pagi yang cerah, akhirnya Rajo tiba di desa sebelah. Ia sangat terpesona dengan keadaan di desa sebelah. Desa tersebut mempunyai sebuah danau yang cukup besar, bersih, dan cantik. Airnya bening dan banyak ikan berenang riang di dalamnya. Di pinggiran danau tumbuh berbagai macam tanaman yang menambah keindahan danau. Walaupun tidak dilewati aliran sungai, desa tersebut dapat memanfaatkan air danau dengan baik untuk kehidupan sehari-hari. 

Rajo berdiri rileks menikmati keindahan danau seakan lupa akan rasa gatal dan sakitnya untuk beberapa saat. Ia membayangkan desanya bersih dan indah seperti desa ini. "Hei anak muda, apa yang kau lakukan disana?", tanya seorang lelaki paruh baya. Rajo terkejut dan seketika sadar dari lamunannya. "Apa yang terjadi pada kulitmu, nak?", tanya lelaki itu lagi. "Penduduk desa kami mengalami penyakit seperti ini pak, seluruh badan kami gatal dan bernanah, perut kami juga sakit. Saya kemari untuk mencari obat yang dapat menyembuhkan sakit kami ini", jawab Rajo.

Bapak itu kemudian membawa Rajo ke rumahnya. "Tinggallah beberapa hari disini nak, anak bapak akan mencoba menyembuhkan penyakitmu". Rajo setuju untuk tinggal beberapa hari di rumah Pak Pitok. Anak Pak Pitok yang bernama Laras segera mencari tanaman obat lalu meraciknya untuk Rajo. Tanaman yang diambil berasal dari tanaman yang tumbuh di sekitar danau.

Selama tinggal di desa sebelah, Rajo selalu mandi dengan air bersih, makan masakan yang dimasak dengan air bersih, dan diobati dengan obat yang diracik dengan air bersih. Ia merasakan kesegaran ketika bisa mandi dengan air bersih. Rajo pun tidak sungkan makan dengan lahap masakan yang disajikan oleh keluarga Pak Pitok. Setelah selesai makan malam, Rajo dan keluarga Pak Pitok ngobrol bersama. Rajo bertanya bagaimana penduduk desa ini bisa memiliki sumber air yang begitu bersih. Pak Pitok pun menjelaskan betapa pentingnya menjaga sumber air untuk kehidupan. Penduduk desa ini tidak pernah membuang sampah di danau, mereka selalu membuangg dan memisahkan sampah pada tempatnya. Sanitasi desa pun terawat dengan bersih. Sehingga penduduk desa ini terbiasa hidup sehat dengan air bersih.

Setelah lima hari tinggal di desa Pak Pitok, penyakit Rajo akhirnya sembuh. Ia pun segera pulang ke kampungnya membawa tanaman obat untuk mengobati keluarga dan tetangganya. Pak Pitok juga mengirimkan beberapa orang untuk membantu Rajo membawa beberapa gerobak air bersih. Rajo sangat berterima kasih pada Pak Pitok dan penduduk desa sebelah yang telah membantunya memahami betapa pentingnya sumber air bersih. Ia bertekad akan menyampaikan pelajaran ini pada seluruh penduduk di kampungnya dan membuat aliran sungai menjadi bersih tanpa sampah. Karena sumber air yang bersih adalah sumber hidup sehat.

Sungai Oyo, Kab. Bantul, DIY

Comments

  1. tulisan paling aneh sedunia tapi berharga satu juta rupiah, Alhamdulillah.. terimakasih AQua

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

LeeSsang (Feat. Baek Ji Young, Rap. Gary) - Remembrance (회상)

Masjid Muhammad Cheng Hoo

Secrets